
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Swedia akan bergabung dalam misi patroli udara NATO yang ditingkatkan (Enhanced Air Policing). Untuk itu, jet tempur JAS 39 Gripen miliknya akan dikerahkan di Polandia.
+ Stryker: Kendaraan Tempur Lapis Baja Respons Cepat Milik AS
Informasi ini diumumkan oleh situs resmi Angkatan Bersenjata Swedia.
Selama bulan April dan Mei, hingga delapan jet tempur Gripen akan beroperasi dari sebuah pangkalan udara di Polandia untuk melakukan patroli wilayah udara sekutu di zona pemantauan utara NATO. Misi ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan Aliansi Atlantik serta berfungsi sebagai elemen pencegahan terhadap potensi ancaman.
Selain pesawat dan pilot, personel teknis juga akan dikirim ke Polandia untuk memastikan pemeliharaan JAS 39 Gripen selama misi berlangsung.
Sejarah Misi Enhanced Air Policing
Ini akan menjadi pertama kalinya jet tempur Swedia ditempatkan di luar negeri dalam rangka misi patroli udara di bawah NATO. Enhanced Air Policing diperkenalkan pada tahun 2014, setelah aneksasi ilegal Krimea oleh Rusia, sebagai respons untuk memperkuat keamanan sekutu NATO.
Jet tempur Gripen Swedia akan beroperasi di bawah pengawasan Joint Air Operations Centre (Pusat Operasi Udara Gabungan) NATO yang berbasis di Uedem, Jerman.
Perlindungan untuk Pusat Logistik Dukungan bagi Ukraina
Selain berpartisipasi dalam misi patroli udara, Swedia juga mengusulkan agar pasukannya melindungi pusat logistik utama yang menyediakan dukungan militer dan sipil bagi Ukraina. Pusat ini terletak di tenggara Polandia dan memainkan peran penting dalam menyediakan bantuan bagi negara tetangganya.
Sumber: forsvarsmakten. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
